Selasa, 20 Juli 2010

SMA KATOLIK RAJAWALI Menjadi Peserta Terbanyak Mewakili Sulsel di OSN IX 2010

Olympiade Sains Nasional (OSN) adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia. Siswa yang mengikuti Olympiade Sains Nasional adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan propinsi dan karenanya adalah siswa-siswa terbaik dari propinsinya masing-masing. Dan khususnya tahun ini Kota Medan ditetapkan sebagai lokasi Olympiade Sains Nasional (OSN) IX tahun 2010 tingkat SD, SMP, dan SMU sederajat. Even yang di gelar 1 sampai 7 Agustus itu akan diikuti sekitar 33 propinsi yang akan berlaga untuk meraih prestasi tertinggi sebagai juara OSN IX 2010.
Patut diketahui juga bahwa Olympiade Sains Nasional diadakan setiap tahun di kota yang berbeda-beda. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada olympiade-olympiade tingkat internasional. Makanya SMA Katolik Rajawali patut berbangga diri karena bisa menjadi salah satu sekolah di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar yang kurang lebih 50% peserta OSN berasal dari sekolah yang sangat mengemban disiplin ini. Bagaiman tidak, sekitar 10 orang siswa SMA Katolik Rajawali akan mewakili Sulsel dalam ajang bergengsi dan mengasah otak ini.
Diantaranya yakni Bidang Komputer yang diwakili oleh Randy Trianzil Tan, Ronald Hamdani Ham, dan Gabriella Nathania Lairenz. Untuk bidang Kimia diwakili oleh dua orang yakni Lucky Randy dan Warren Lie. Pada bidang Ekonomi ada Jovita Alfonso dan Evelyn Tjandra. Di bidang Biologi ada Albert Lyono, dan bidang Fisika ada Yandi Layadi dan Phie Alvin Piter. Dan mereka inilah yang nanti akan membawa nama Sulsel dan khususnya nama SMA Katolik Rajawali ke jenjang Nasional. Suster Leony selaku kepala sekolah pun mengatakan sangat senang anak didiknya bisa menjadi peserta terbanyak yang mewakili SUlsel pada ajang OSN 2010 ini "Saya sangat berharap mereka bisa memberikan yang terbaik untuk kita semua, seperti pepatah yang mengatakan more than best lah," ungkapnya sembari tersenyum.
Info ini penting juga buat sobat KeKeR nih, persiapan yang diupayakan oleh pihak sekolah bisa dibilang sangatlah perfect. Pasalnya seluruh peserta yang ikut OSN ini dibebaskan dalam jam belajar disekolah. Artinya mereka dibimbing khusus dalam satu kelas yang telah disiapkan agar bisa lebih fokus belajar. Dan nantinya akan ada dua pembimbang yang telah ditunjuk oleh pihak sekolah yang menemani mereka selama berada di Medan. Bukan hanya itu, dari siswa pribadipun ternyata telah menyediakan waktu tiap harinya selama 5 jam untuk belajar, Wow ... benar-benar persiapan yang matang bukan?
Satu lagi yang gak boleh ketinggalan, khusus untuk siswa SMA Katolik Rajawali yang lulus mengikuti salah satu ajang bergengsi seperti OSN akan di gratiskan uang sekolahnya (rk1q)

Tambahan info:
Buat teman-teman Alumni SMAKARA yang berdomisili di Medan dan sekitar, dpt turut memberi support saat pelaksanaan OSN tanggal 1 s/d 7 Agustus 2010 kepada adik-adik yang berlaga di OSN.
Selamat dan sukses kepada SMAKA dan adik -adik SMAKARA yang terpilih mewakili Sulsel ke ajang OSN IX 2010 di Medan. Doa kami menyertai kalian,

 
Guntingan koran di buang Sayang, info di upload o/ Tonny Sutedja Via FB





Kamis, 13 Mei 2010

21 Siswa SMA Rajawali Dapat Nilai 10 di UN 2010 | Tribun Timur

21 Siswa SMA Rajawali Dapat Nilai 10 di UN 2010 | Tribun Timur

21 Siswa SMA Rajawali Dapat Nilai 10 di UN 2010
Kamis, 29 April 2010 | 04:32 WITA
Makassar, Tribun -- Prestasi siswa SMA Katolik Rajawali Makassar sungguh luar biasa. Itu terlihat dari hasil Ujian Nasional (UN) 2010 yang diumumkan, Senin (26/4) lalu.
Tercatat sebanyak 21 siswa SMA swasta unggulan yang berada di Jalan Lamadukelleng, Makassar, itu berhasil membukukan nilai sempurna alias nilai 10.

Hebatnya lagi, karena nilai sempurna yang diraih itu semuanya merupakan mata pelajaran eksakta atau Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan Bahasa Inggris.
    Bahkan, seorang di antara mereka yakni Clarissa Evani Thomas menorehkan sejarah dengan meraih nilai 10 pada dua mata pelajaran yaitu matematika dan biologi.
    Dari 21 siswa yang meraih nilai 10 tersebut, 14 di antaranya meraih nilai sempurna pada mata pelajaran matematika. Selebihnya meraih nilai 10 pada mata pelajaran Bahasa Inggris, Biologi, dan Kimia.
    "Ini membuktikan bahwa kualitas siswa kami tidak jauh dengan siswa yang ada di Jawa. Ini juga kebanggaan untuk Sulsel karena kita bisa memperlihatkan prestasi yang luar biasa di bidang pendidikan," kata Kepala SMA Rajawali, Sr Leonie Taroreh JMJ, yang ditemui di sekolahnya, Rabu (28/4)
    Mereka yang mendapat nilai sempurna adalah Adri Julian Wijaya (Bahasa Inggris), Clarissa Evani Thomas (matematika dan biologi), Inalia Leo (matematika), Silvia Laiyadi (kimia), Natasia Olivias Wijaya (kimia), dan Roby Della (Kimia).

 Triana Karnadipa (matematika), Cicilia Tanrso (matematika), Tio James Chadiary (matematika), Kevin Chahyadi Tjiang (matematika), Ricky Susanto (matematika), Rina Kalalo (matematika), Haryanto Wiguna (matematika), dan Nadya Anastasia (matematika).
    Olivia Payung Allo (matematika), Aneke Angeline Leonardo (matematika), Ketzia Debora (matematika), Lim Janhadi Ruslim (matematika), Melina Dewi Lukman (matematika), Jemi Kasan Lambi (matematika), dan Iyana Prences Hamri (matematika).
    Pada pengumuman UN 2010 lalu, dari 353 siswa SMA Katolik Rajawali yang ikut UN, hanya dua orang yang tidak lulus.
    "Jurusan IPS lulus seratus persen. Dua orang yang tidak lulus itu berasal dari jurusan IPA. Tapi, kami melihat dia lulus bukan karena tidak mampu, tapi ada kesalahan non teknis. Keduanya jatuh di pelajaran bahasa Indonesia," kata Sr Leonie.
    Itu dilihat dari nilai yang diraih dua siswa yang tidak lulus, nilainya terbilang bagus. Misalnya matematika mendapat nilai delapan, fisika (9), kimia (8).
    "Sepertinya yang tidak lulus ini rancu antara bahasa Indonesia dengan sastra Indonesia saat mengisi lembar jawaban. Itu yang membuat nilainya jatuh," kata Sr Leonie.
    Menurur Sr Leonie, kelulusan tahun ini ada peningkatan di mana tahun lalu ada tiga orang siswanya yang tidak lulus.
    Dalam menghadapi UN, kata Sr Leonie, pihak sekolah memberikan pemantapan dan motivasi kepada siswanya. Siswa yang dianggap kurang di suatu mata pelajaran diberikan jam pelajaran tambahan.
    Guru-guru di sekolah ini juga rajin mengumpulkan soal-soal UN lima tahun sebelumnya sebagai referensi kisi-kisi soal bagi siswanya. Ini juga memberikan latihan kepada siswa dalam  menjawab soal-soal UN.
    SMA Katolik Rajawali dalam setiap penerimaan memang lebih mengutamakan kualitas. Setiap tahunnya, pendaftar di sekolah ini selalu membeludak dan hampir setengah dari pendaftar tidakbisa ditampung.
    Tahun ini, SMA Katolik Rajawali menerima sekitar 360 siswa yang akan dibagi dalam empat kategori kelas yaitu kelas reguler, kelas RSBI, kelas unggulan, dan akselerasi.. (apriani landa)

SMA Rajawali Kembali Ukir Prestasi Gemilang | Tribun Timur

SMA Rajawali Kembali Ukir Prestasi Gemilang | Tribun Timur

Kamis, 13 Mei 2010 | 01:44 WITA
TIM Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Rajawali Makassar kembali mengukir prestasi dengan menyabet juara umum pada Kompetisi Sains Kreatif (KSK) yang dihelat di Celebes Convention Centre (CCC), Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, 28 April-2 Mei lalu.
Jagoan SMA Rajawali, Stephani GD Sampetoding (kiri), Alber Lyono (tengah), dan Yui Nishimura (kanan) menerima hadiah trofi dan uang tunai setelah dinyatakan menjadi juara satu pada Kompetisi Sains Kreatif Kompas Gramedia Fair (KSK KGF) di Celebes Convention Centre (CCC), Makassar, Minggu (2/5) lalu.

SMA Katolik Rajawali berhasil menembus grand final setelah pada babak penyisihan grup ini menyisihkan dua sekolah unggulan sekaligus, masing-masing SMAN 1 Kamanre dan SMAN 1 Bantimurung, Maros.
Di babak final, tim yang beranggotakan Alber Lyono, Yui Nishimura, dan Stephani GD Sampetoding ini bertemu dengan SMA 1 Bulukumba dan SMAN 17 Makassar A. Sebelumnya, SMA 5 Makassar menemani SMA Rajawali lolos dibabak penyisihan grup.
Di babak final, tim SMA Rajawali berhasil lolos ke babak grand final bersama dengan SMA 17 Makassar B serta SMA 3 Palopo dan SMA 17 Makassar A yang juga lolos pada final di grup yang berbeda.
Di babak grand final, keempat tim ini bersaing secara ketat untuk menjadi yang terbaik. Puluhan suporter tim keempat sekolah tersebut silih berganti mendukung dan meneriakkan yel-yel buat tim mereka.
Suasana semakin semarak saat tim memasuki sesi bidding game atau sesi tawar menawar waktu tercepat untuk menjawab pertanyaan yang tampil pada slide monitor laptop mereka.
 Setelah melewati empat sesi yang cukup menegangkan, di antaranya theater game, bidding game, net game, dan presentasi, SMA Katolik Rajawali dihelat menjadi juara umum setelah mengumpulkan 162,67 poin mengungguli tim lainnya.
Di tempat kedua diambil oleh SMA 17 Makassar B, kemudian di tempat selanjutnya diraih SMA 17 Makassar A. Sementara juara keempat atau favorit diraih SMA 3 Palopo.
 Kegiatan yang digelar di CCC ini merupakan rangkaian acara pada Kompas Gramedia Fair (KGF) 2010 lalu.
Menurut direktur pemasaran JILC Kasmuddin Marno, kegiatan ini dapat membantu pola pikir siswa untuk dapat berfikir secara cepat dalam menjawab soal-soal yang butuh pemahaman tinggi.
"Semoga dengan kegiatan ini dapat memberikan manfaat lebih kepada siswa. Yang kalah jangan berkecil hati. Kalian adalah tim terbaik mewakili sekolah dan daerah masing-masing," ujar Kasmuddin di sela-sela kegiatan lalu.
Kompetisi ini menghadirkan kordinator liputan (korlip) portal Tribun Timur Amir PR pada grand final. Amir hadir bertindak selaku panelis pada sesi presentasi essay yang mengakat tema Teknologi dan Global Warming.(cr8)

Jutaan Rupiah Bagi Pemenang
KOMPETISI Sains Kreatif (KSK) 2010 yang di gelar di Celebes Convention Centre (CCC), Jl Tanjung Bunga, Makassar beberapa pekan lalu memberikan jutaan rupiah bagi pemenang.
Kompetisi yang tersenggalara atas kerjasama JILC dan Tribun Timur ini merupakan rangkaian acara untuk memeriahkan Kompas Gramedia Fair (KGF) 2010 lalu.
Bagi juara umum pada kompetisi ini berhak mendapatkan trofi, piagam, serta uang pembinaan sebesar Rp 750 ribu dari lembaga bimbingan belajar JILC. Selain itu setiap juara juga mendapatkan uang tunai persembahan Tribun Timur.(cr8)
para juara
- SMA Katolik Rajawali juara pertama, poin 162,67
- SMA 17 Makassar A Juara kedua, poin 161,67
- SMA 17 Makassar B Juara ketiga, poin 154,00
- SMA 3 Palopo, juara keempat, poin 135,00

sesi lomba
- Theater game
- Bidding game
- Net game
- Presentasi

Sabtu, 23 Januari 2010

CONGRATULATIONS BUAT DAVID LEE ALUMNI 83

DAVID LEE kelahiran 25 November 1964 alumni 83 SMAKARA Makassar saat ini sebagai Ketua Komisi Pendidikan GKI Makassar. Komisi Pendidikan GKI Makassar yang mengelola sekolah Gamaliel di Makassar, menyelenggarakan pendidikan dari tingkat paling dasar yakni Taman Kanak-Kanak hingga tingkat pendidikan Menengah Atas ( SMA ) di Makassar  mengtransformasi system pendidkan enterpreneur. Sebelumnya David Lie menjabat sebagai wakil ketua Komisi Pendidikan GKI Makassar.

Aktivitas kesehariannya adalah pengusaha. Namun itu tidak menjadi alangan baginya untuk menerima tugas dan tanggung jawab yang lebih besar dan panggilan hidup untuk membangun dunia pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa di Makassar- Sulawesi Selatan.

IKASMAKARA mengucapkan selamat kepada David Lie alumni 83  terpilihnya sebagai Ketua Komisi Pendidikan GKI Makassar,  selamat menjalankan tugas membangun dunia pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa di Makassar - Sulawesi Selatan.