Minggu, 10 Januari 2010

ALUMNI SMAKARA JAYA MENYAMBUT TAHUN BARU 2010

Koresponden Bill Toar

Bertempat di Cijayanti Garden House  -  desa Cijayanti,  sambut tahun baru 2010 Alumni SMAKARA  se JABOTABEK dilaksanakan. Tempat pelaksanaannya dan suasananya agak  berbeda, kalau biasanya suatu pesta di laksanakan di rumah atau di restaurant, acara sambut tahun 2010 ini dilaksanakan  dengan suasana  kebun  yang ditumbuhi berbagai jenis pohon  al: durian, manggis, dan rambutan.  Luas kebun  9,000 m2 dan pemiliknya  adalah alumni SMAKARA  Anita Tungadi.  Pepohonan yang tumbuh di atas area kebun   menjadi saksi bisu betapa gembira wajah-wajah para alumnus SMAKARA yang  hadir pada acara  tersebut.  Sebanyak 150 alumnus SMAKARA  yang hadir dan jumlah ini di luar perkiraan penyelenggara. Konfirmasi jumlah alumnus SMAKARA yang akan hadir sekitar 90 alumnus, ternyata yang hadir sebanyak 150 alumnus.  Alumni yang hadir dari tahun 1958 hingga 1999. Walaupun acara telah usai, beberapa alumni masih berdatangan, ada yang sempat nyasar, ada yang terlambat karena masih tugas.Selain dihadiri oleh alumni SMAKARA, juga di hadiri oleh mantan guru al Meneer Pius Ibrahim Sunarjo,  Meneer Engelbert Enoch Kumendongdan dan Ibu Maria Abdul Karim  (  Prof. Maria Abdul Karim, SH ). 

Acara didahului ucapan selamat datang Paulus Rasubala, dilanjutkan Sambutan IKASMAKARA Jaya Bill Toar, dan sambutan wakil guru  Pius Ibrahim Sunarjo.  Dan  doa  Meneer Engelbert Enoch Kumendong.  Acara dilanjutkan dengan makan siang, permainan 'voli duduk beregu pesertanya  terdiri dari lintas generasi,  penyerahan bingkisan kepada mantan guru, foto bersama tiap angkatan. Dan tidak kalah menariknya dilanjutkan dengan tukar kado dan ditutup dengan pengundian 'door prize'.

Sambutan 'panitia' yang diwakili oleh Paulus Rasubala intinya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk terselenggaranya acara ini. Juga mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan acara ini.

Bill Toar mengawali sambutanya  dengan illustrasi seorang suami beristeri 4. Pafa saat sekarat menjelang ajal. Sang suami memanggilnya ke empat istirinya satu persatu dan bertanya. Pertama sang saumi memenaggil isteri ke4 yang paling disayangi dan dijaga. "Mama, jika papa meninggal nanti maukah mama menemani papa?" tanya sang suami. "Maaf papa, mama tidak dapat menemani, karena masih banyak urusan yang lebih penting", jawab sang isteri ke4. Sang suami kecewa, maka dipanggillah isteri ke3. "Mama, nanti bila papa menghembuskan nafas terakhir, apakah mama mau mendampingi papa?" Jawab sang isteri ke3: "Maaf papa, mama cuma bisa mendampingi sampai nafas terakhir sajam". Untuk kedua kalinya sang suami kecewa. Maka dipanggilnya isteri ke2, tanya sang suami :"Maukah mama menemani papa jika saatnya tiba, Tuhan menjemput?" Jawab sang isteri ke2 :"Maaf papa, aku hanya menemani sampai ke pemakaman saja." Akhirnya, setelah terus menerus dikecewakan,sang suami menanyakan hal yang sama kepada isteri pertama, maka isteri pertama yang telah dilupakan menjawab:"Kemanapun papa pergi, mama akan ikut". Mendengar itu, akhirnya sang suami pun lega.

Illustrasi 4 isteri ini menggambarkan : isteri ke 4 = harta benda; isteri ke 3 = badan; isteri ke 2 = keluarga dan isteri ke 4 = spiri, jiwa. Dalam perjalanan hidup kita, seyogyanya tujuan hidup kita semakin spiritual. semakin berarti bagi banyak orang. Kehadiran IKASMAKARA menawarkan kesempatan kepada para alumni untuk membangun hidup yang semakin spiritual.  Kalau diamati, ada kesenjangan perhatian antara dunia pendidikan (sekolah) dan para alumni. Peran IKASMAKARA ingin menjembatani kesenjangan ini melalui berbagai program yang dirancang memberi manfaat baik bagi para alumni, almamater, guru, masyarakat.  Bill Toar juga menguraikan historical terbentuknya IKASMAKARA Jaya, rencana kerja dan harapan “Dalam semangat persaudaraan kita galang segenap sumber daya demi kejayaan IKASMAKARA". 

Pertemuan ini, menjadi ajang kangen-kangenan antar para alumni yang telah dipisahkan oleh jarak, kesibukan. Pemandu acara walau telah dibantu pengeras suara masih kalah dibanding riuh rendah hadirin. Permainan, tukar kado dan door prize menjadi bagian akhir dari seluruh rangkaian acara, di mana diselingi penyerahan bingkisan kepada 3 orang guru yang pernah berjasa bagi SMAKARA : Ibu Maria Abdul Karim (  Prof. Maria Abdul Karim, SH ),  Meneer Pius Ibrahim Sunarjo, dan .Meneer Engelbert Enoch Kumendong. Tepat pukul 16,00 acara menyambut tahun baru 2010 berakhir. Akhirnya,semuanya usai dengan satu tekad membangun kejayaan IKASMAKARA dalam semangat 'satu dalam persaudaraan'.